Jakarta – Pemerintah bersama sejumlah pihak terkait resmi menyelesaikan pembangunan rumah hunian sementara bagi warga terdampak banjir di wilayah Danantara. Program pembangunan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana yang melanda kawasan tersebut beberapa bulan lalu dan menyebabkan ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal.
Sebanyak 120 unit rumah hunian telah dibangun di atas lahan seluas kurang lebih lima hektare. Hunian tersebut dirancang sebagai tempat tinggal yang aman, layak, dan ramah lingkungan, dengan mempertimbangkan kondisi geografis Danantara yang rawan banjir. Setiap unit dilengkapi dua kamar tidur, ruang keluarga, dapur, kamar mandi, serta sistem sanitasi yang memadai.
Peresmian penyelesaian pembangunan dilakukan oleh perwakilan pemerintah daerah Danantara pada Selasa (tanggal tidak disebutkan), disaksikan oleh tokoh masyarakat, relawan, serta warga penerima manfaat. Dalam sambutannya, Kepala Daerah Danantara menyampaikan bahwa pembangunan hunian ini merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi dan membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Rumah hunian ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol harapan baru bagi warga untuk kembali menata kehidupan mereka. Kami berkomitmen agar proses pemulihan berjalan cepat, aman, dan manusiawi,” ujarnya.
Pembangunan rumah hunian ini dimulai satu bulan setelah banjir besar menerjang Danantara akibat curah hujan ekstrem dan meluapnya sungai utama. Bencana tersebut merendam ribuan rumah, merusak fasilitas umum, serta memaksa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selama masa tanggap darurat, para korban banjir tinggal di posko pengungsian dengan fasilitas terbatas.
Koordinator lapangan pembangunan hunian, Ahmad Prasetyo, menjelaskan bahwa proses pembangunan melibatkan tenaga lokal serta relawan dari berbagai organisasi kemanusiaan. Selain mempercepat pengerjaan, keterlibatan warga juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan hunian baru.
“Kami menggunakan material yang lebih tahan terhadap kelembapan dan desain rumah dibuat sedikit lebih tinggi untuk mengurangi risiko jika banjir kembali terjadi,” jelas Ahmad.
Warga penerima hunian menyambut baik selesainya pembangunan tersebut. Siti Aminah, salah satu korban banjir, mengaku bersyukur akhirnya dapat menempati rumah yang layak bersama keluarganya. Menurutnya, kehidupan di pengungsian penuh keterbatasan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
“Alhamdulillah sekarang kami punya tempat tinggal lagi. Anak-anak bisa tidur dengan nyaman dan kami bisa mulai hidup normal,” katanya dengan haru.
Selain pembangunan rumah hunian, pemerintah daerah juga menyiapkan program pendukung berupa bantuan perabot dasar, layanan kesehatan, serta pemulihan mata pencaharian bagi warga terdampak. Ke depan, pemerintah berencana melakukan normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase guna meminimalkan risiko banjir serupa. bolaqiuqiu
Dengan selesainya rumah hunian Danantara ini, diharapkan para korban banjir dapat bangkit kembali dan menjalani kehidupan yang lebih aman dan sejahtera. Pemerintah mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi dalam upaya mitigasi bencana dan pembangunan berkelanjutan di wilayah rawan bencana.