Jakarta – Manchester United kembali menjadi sorotan setelah kabar pemecatan Rúben Amorim dari kursi pelatih utama mencuat ke publik. Sejumlah media Inggris melaporkan bahwa manajemen Setan Merah telah memutus kerja sama dengan pelatih asal Portugal tersebut menyusul hasil yang dinilai tidak sesuai ekspektasi. Hingga saat ini, pihak klub belum memberikan pernyataan resmi, namun sumber internal menyebut keputusan itu diambil setelah evaluasi menyeluruh.
Rúben Amorim disebut gagal membawa stabilitas permainan dan konsistensi hasil yang diharapkan manajemen. Dalam beberapa pertandingan terakhir, Manchester United tampil inkonsisten, baik di kompetisi domestik maupun Eropa. Rentetan hasil kurang memuaskan tersebut membuat posisi Amorim semakin tertekan, terutama di tengah tuntutan besar klub untuk kembali bersaing di papan atas.
Sejak ditunjuk menangani Manchester United, Amorim membawa reputasi sebagai pelatih muda bertalenta dengan pendekatan taktik modern. Keberhasilannya di Portugal sebelumnya membuat ekspektasi publik Old Trafford begitu tinggi. Namun, adaptasi terhadap kerasnya Liga Inggris serta tekanan besar dari media dan suporter dinilai menjadi tantangan berat yang belum sepenuhnya mampu diatasi.
Sumber yang dekat dengan manajemen klub menyebutkan bahwa pemecatan Amorim bukan keputusan mendadak. Dewan direksi Manchester United dikabarkan telah melakukan serangkaian pertemuan untuk membahas masa depan tim, termasuk arah proyek jangka panjang. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara pelatih dan manajemen terkait strategi transfer serta pengembangan skuad.
Di ruang ganti, situasi juga disebut tidak sepenuhnya kondusif. Beberapa pemain senior dikabarkan kesulitan menyesuaikan diri dengan metode latihan dan pendekatan taktik yang diterapkan Amorim. Meski demikian, tidak sedikit pula pemain muda yang menunjukkan perkembangan positif di bawah arahannya.
Reaksi dari para suporter pun beragam. Sebagian menilai pemecatan ini sebagai langkah yang terlalu cepat dan mencerminkan kurangnya kesabaran manajemen. Namun, ada pula yang mendukung keputusan tersebut dengan alasan Manchester United membutuhkan hasil instan demi menjaga gengsi klub dan posisi di klasemen.
Pengamat sepak bola Inggris menilai situasi ini kembali menegaskan masalah klasik Manchester United dalam satu dekade terakhir, yakni ketidakstabilan di kursi pelatih. “Masalah utama bukan hanya siapa pelatihnya, tetapi struktur klub dan konsistensi visi jangka panjang,” ujar seorang analis Premier League. Ia menilai pergantian pelatih yang terlalu sering justru menghambat pembangunan tim.
Dengan kepergian Amorim, Manchester United dikabarkan mulai menyusun daftar kandidat pelatih pengganti. Beberapa nama berpengalaman disebut masuk radar, sementara opsi pelatih interim juga dipertimbangkan untuk menjaga stabilitas hingga akhir musim. Manajemen disebut ingin memastikan keputusan berikutnya lebih matang dan selaras dengan proyek jangka panjang klub. bolaqiuqiu
Jika kabar ini dikonfirmasi secara resmi, pemecatan Rúben Amorim akan menambah daftar panjang pelatih yang gagal memenuhi ekspektasi di Old Trafford. Bagi Manchester United, tantangan besar kini menanti: menemukan sosok yang mampu membawa klub kembali ke jalur prestasi dan menjawab kerinduan suporter akan kejayaan masa lalu.

