Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan sejarah baru pada perdagangan hari ini, Selasa 6 Januari 2026, dengan melonjak dan mendekati level 8.900—menjadi rekor tertinggi sepanjang masa. Penguatan ini menunjukkan optimisme kuat pelaku pasar terhadap prospek perekonomian domestik dan geliat investasi di pasar modal Indonesia.
Pada akhir sesi perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 1,27 persen dan mencapai 8.859,19 poin, melampaui semua level tertinggi sebelumnya. Pergerakan ini sekaligus menjadi rekor terbaru, berkat dukungan kuat dari sejumlah saham unggulan yang mengalami penguatan signifikan.
Penguatan IHSG tidak lepas dari sentimen positif yang mengalir dari dalam negeri maupun kebijakan ekonomi global yang cenderung stabil. Aktivitas beli yang kuat dari investor domestik serta masuknya modal segar ke pasar saham tercatat menjadi salah satu katalis utama. Data transaksi menunjukkan nilai perdagangan yang tinggi dengan volume perdagangan mencapai puluhan miliar lembar saham, menandakan partisipasi investor masih berada pada level tinggi.
Beberapa saham dalam indeks LQ45 bahkan mencatat lonjakan harga lebih dari 5 persen dalam perdagangan terakhir. Saham seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjadi saham yang paling menjadi perhatian pasar karena kinerjanya yang luar biasa. Penguatan saham-saham ini turut mendorong kenaikan IHSG secara keseluruhan.
Analis pasar menyatakan penguatan IHSG terjadi seiring dengan data ekonomi domestik yang stabil dan indikator teknikal yang menunjukkan tren bullish. Stabilitas inflasi yang masih dalam target Bank Indonesia menjadi faktor penting yang memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal tanah air. Faktor eksternal seperti pergerakan pasar Asia juga turut memberi sentimen positif pada IHSG.
Selain itu, analis teknikal di beberapa sekuritas mencatat pola indikator yang menunjukan sinyal positif, di antaranya formasi Golden Cross pada MACD serta pergerakan Stochastic RSI yang mendukung tren penguatan. Hal ini menjadi indikasi bahwa IHSG berpeluang melanjutkan kenaikan menuju 9.000, meskipun level resistensi teknikal tentu tetap perlu diwaspadai.
Investor asing pun menunjukkan aktivitas yang lebih beragam. Meskipun ada beberapa sesi net sell pada saham tertentu, aktivitas net buy di saham-saham unggulan seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turut menopang arah pasar. Net buy asing terutama terlihat di pasar negosiasi, mencerminkan kepercayaan jangka menengah terhadap saham-saham blue chip Indonesia.
Direktur atau analis pasar modal juga menilai bahwa pencapaian IHSG yang terus naik ini bisa menjadi cerminan sentimen positif terhadap perekonomian dan kondisi likuiditas global yang relatif stabil. Bahkan, beberapa pihak menyampaikan ekspektasi bahwa IHSG akan terus bergerak dalam wilayah bullish sepanjang kuartal pertama 2026, jika sentimen fundamental dan teknikal tetap mendukung.
Namun demikian, beberapa pelaku pasar mengingatkan bahwa meskipun momentum penguatan sangat kuat, investor tetap harus memperhatikan risiko volatilitas pasar terutama dari faktor eksternal seperti kebijakan moneter global atau gejolak ekonomi yang tak terduga. Disiplin investasi dan manajemen risiko dinilai penting untuk menjaga portofolio dalam jangka panjang. bolaqiuqiu
Dengan tercatatnya rekor baru IHSG dan peluang untuk menguji level psikologis 9.000, pasar saham Indonesia tampaknya siap mencatatkan fase pertumbuhan yang menarik di awal tahun ini, menarik minat investor lokal maupun asing dalam dinamika ekonomi yang terus bergerak positif.