Raksasa Italia, Juventus, harus menelan pil pahit setelah mengalami kekalahan telak dari wakil Turki, Galatasaray, dalam lanjutan pertandingan Liga Champions UEFA musim 2025/2026. Bertanding dalam atmosfer panas dan penuh tekanan, Juventus gagal mengimbangi permainan agresif tuan rumah yang tampil dominan sejak menit awal.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Galatasaray langsung mengambil inisiatif serangan. Bermain dengan tempo tinggi dan pressing ketat, tim asal Istanbul tersebut memaksa Juventus lebih banyak bertahan. Lini tengah Juventus yang biasanya solid terlihat kesulitan mengembangkan permainan akibat tekanan intens yang terus dilancarkan lawan.
Gol pembuka tercipta pada menit ke-15 melalui skema serangan cepat dari sisi kiri. Umpan silang mendatar berhasil disambut penyerang Galatasaray dengan sepakan keras yang tak mampu diantisipasi kiper Juventus. Gol tersebut semakin membakar semangat tuan rumah dan membuat Juventus semakin tertekan.
Alih-alih bangkit, Juventus justru kembali kebobolan pada menit ke-28. Kesalahan koordinasi di lini belakang dimanfaatkan dengan baik oleh pemain Galatasaray yang sukses mencuri bola dan melepaskan tembakan akurat ke sudut gawang. Skor berubah menjadi 2-0, membuat situasi semakin sulit bagi tim tamu.
Juventus mencoba merespons melalui serangan balik cepat. Beberapa peluang sempat tercipta lewat tembakan jarak jauh dan situasi bola mati, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat mereka gagal memperkecil ketertinggalan. Hingga babak pertama berakhir, keunggulan dua gol Galatasaray tetap bertahan.
Memasuki babak kedua, Juventus berusaha tampil lebih agresif. Pelatih melakukan beberapa pergantian pemain untuk menambah daya gedor di lini depan. Namun, strategi tersebut belum membuahkan hasil signifikan. Justru Galatasaray yang kembali menunjukkan efektivitas serangan.
Pada menit ke-63, Galatasaray menambah keunggulan menjadi 3-0 melalui serangan balik cepat. Lini pertahanan Juventus yang terlalu terbuka memberikan ruang bagi pemain tuan rumah untuk menuntaskan peluang dengan tenang. Gol ketiga tersebut praktis memupus harapan Juventus untuk bangkit.
Tak berhenti di situ, tekanan terus diberikan oleh Galatasaray. Mereka tampil percaya diri dengan penguasaan bola yang stabil dan distribusi umpan yang rapi. Juventus tampak frustrasi dan kehilangan ritme permainan. Beberapa upaya serangan mereka mudah dipatahkan oleh lini pertahanan tuan rumah yang tampil disiplin.
Menjelang akhir laga, Galatasaray kembali mencetak gol keempat melalui skema tendangan sudut yang berhasil dimaksimalkan dengan sundulan tajam di kotak penalti. Skor 4-0 menjadi penutup malam buruk bagi Juventus yang tak mampu memberikan perlawanan berarti hingga peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan telak ini menjadi pukulan berat bagi Juventus dalam persaingan fase grup Liga Champions musim ini. Selain kehilangan poin penting, hasil tersebut juga menyoroti lemahnya koordinasi pertahanan serta kurangnya kreativitas di lini serang mereka. Evaluasi besar dipastikan akan dilakukan oleh tim pelatih untuk memperbaiki performa di laga berikutnya.
Di sisi lain, kemenangan meyakinkan ini menjadi bukti kekuatan Galatasaray di kandang sendiri. Dukungan suporter yang luar biasa serta permainan disiplin dan agresif menjadi kunci keberhasilan mereka meraih tiga poin penting. Hasil ini sekaligus mempertegas ambisi Galatasaray untuk melangkah lebih jauh di kompetisi elit Eropa musim ini.