Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro Hanya 2 Jam

Jakarta – Dalam operasi militer kilat yang mengejutkan dunia, pasukan khusus Amerika Serikat berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, hanya dalam waktu kurang dari dua jam. Operasi yang digambarkan sebagai “large-scale strike” ini berlangsung pada dini hari 3 Januari 2026, dan diumumkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump melalui platform Truth Social.

Menurut keterangan dari Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, tim ekstraksi yang terdiri dari helikopter dan pasukan darat mendekati kompleks kediaman Maduro di Caracas pada pukul 01:01 ET (sekitar pukul 02:01 waktu setempat). Operasi ini dilindungi oleh pesawat tempur F-22, F-35, bomber B-1, dan drone. Meski sempat mendapat tembakan dari pasukan pengawal, satu helikopter terkena namun tetap bisa terbang. Pada pukul 04:20 waktu setempat, helikopter sudah meninggalkan wilayah Venezuela membawa Maduro dan istrinya. Hanya sekitar satu jam kemudian, Trump mengumumkan keberhasilan operasi tersebut.

Maduro, yang dituduh sebagai pemimpin “narco-terrorist state”, ditangkap berdasarkan dakwaan federal AS sejak 2020 atas konspirasi narco-terorisme, impor kokain, dan kepemilikan senjata ilegal. Dakwaan terbaru yang dibuka pada 3 Januari juga melibatkan Cilia Flores, putra Maduro, dan beberapa pejabat tinggi lainnya. Pasangan ini dibawa ke kapal perang USS Iwo Jima, kemudian diterbangkan ke New York. Foto yang diposting Trump menunjukkan Maduro dalam kondisi tertutup mata dan tangan terborgol, mengenakan pakaian olahraga abu-abu.

Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro Hanya 2 Jam

Operasi ini direncanakan berbulan-bulan, termasuk pembangunan replika rumah Maduro untuk latihan. Tim Delta Force dan 160th Special Operations Aviation Regiment terlibat langsung. Trump menyatakan AS akan “menjalankan” Venezuela sementara waktu untuk transisi aman, sambil mengeksploitasi cadangan minyak besar negara itu. “Maduro adalah diktator tidak sah,” ujar Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago.

Reaksi dunia beragam. Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez menyebutnya sebagai “penculikan ilegal” dan menuntut pembebasan segera, sambil meminta bukti kehidupan Maduro. Mahkamah Agung Venezuela kemudian menunjuk Rodríguez sebagai presiden sementara untuk menjaga kontinuitas administrasi. Rusia dan Iran mengutuk serangan ini sebagai pelanggaran kedaulatan, sementara Brasil di bawah Lula menyebutnya “melewati batas yang tak bisa diterima”. Sebaliknya, komunitas Venezuela di Miami dan Florida Selatan merayakan dengan pesta jalanan, melambaikan bendera dan meneriakkan “kebebasan”.

Di Caracas, jalanan relatif sepi meski ada demonstrasi kecil pro-Maduro. Beberapa ledakan terdengar di pangkalan militer seperti Fuerte Tiuna, menyebabkan kebakaran. Oposisi Venezuela, termasuk Maria Corina Machado, belum berkomentar resmi, tapi banyak yang melihat ini sebagai akhir era Maduro yang telah memimpin sejak 2013, diwarnai hiperinflasi, migrasi massal, dan tuduhan pelanggaran HAM.

Maduro dan Flores tiba di New York pada sore hari dan ditahan di Metropolitan Detention Center Brooklyn. Sidang pertama dijadwalkan Senin depan. Jaksa Agung AS Pam Bondi menyatakan mereka akan menghadapi “kemarahan penuh keadilan Amerika”. Hadiah US$50 juta yang ditawarkan untuk informasi penangkapan Maduro kini tak lagi diperlukan. bolaqiuqiu

Peristiwa ini mengingatkan pada penangkapan Manuel Noriega di Panama 1989, tapi lebih kontroversial karena melibatkan pemimpin negara aktif tanpa deklarasi perang formal. Dunia kini menunggu dampaknya terhadap stabilitas Amerika Latin dan harga minyak global.

Related Posts

Di Balik Penangkapan Presiden Venezuela, Minyak Jadi Sorotan

Jakarta – Kabar penangkapan Presiden Venezuela yang beredar luas dalam beberapa hari terakhir mengejutkan publik internasional dan memicu beragam spekulasi politik. Meski informasi resmi masih simpang siur dan belum sepenuhnya…

Thailand Melakukan Serangan Dari Pesawat F-16 ke Cambodia

Ketegangan di kawasan Asia Tenggara kembali memuncak setelah insiden militer yang melibatkan Thailand dan Kamboja terjadi pada Selasa pagi. Dalam skenario hipotetis ini, Angkatan Udara Kerajaan Thailand dilaporkan meluncurkan operasi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *