Teriakkan Aceh Merdeka, TNI Murka Saat di Lokasi Bencana

Aceh, 28 Desember 2025 – Suasana duka di lokasi bencana alam di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, berubah tegang ketika sekelompok warga meneriakkan slogan “Aceh Merdeka” di depan petugas Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tengah melakukan evakuasi korban. Insiden ini terjadi saat tim gabungan TNI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang menyalurkan bantuan dan mengevakuasi korban gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu pagi.

Menurut saksi mata, kejadian berlangsung sekitar pukul 10.30 WIB ketika rombongan relawan dan warga berkumpul di lapangan terbuka dekat pusat gempa. Beberapa warga secara spontan meneriakkan kalimat “Aceh Merdeka” beberapa kali, yang langsung memicu reaksi tegas dari aparat TNI yang berada di lokasi.

“Petugas TNI langsung mendekati kelompok tersebut dan meminta mereka menahan diri. Mereka menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah menyelamatkan korban dan mendistribusikan bantuan,” kata seorang relawan yang enggan disebut namanya.

Teriakkan Aceh Merdeka, TNI Murka Saat di Lokasi Bencana

Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda, Letnan Kolonel Infanteri R. Firmansyah, menyayangkan insiden tersebut. “Kami datang ke sini untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Teriakan yang tidak pada tempatnya dapat mengganggu proses evakuasi dan menciptakan ketegangan di tengah masyarakat yang sedang trauma,” ujarnya.

Meski begitu, sebagian warga mengaku tindakan tersebut merupakan bentuk ekspresi politik dan protes sosial. Mereka mengklaim bahwa slogan “Aceh Merdeka” tidak dimaksudkan untuk mengganggu bantuan, melainkan sebagai pengingat bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap Aceh masih minim, terutama dalam penanganan pascabencana.

“Ini bukan saat yang tepat untuk politik, tapi kami merasa aspirasi kami selama ini diabaikan. Bencana ini membuat frustrasi karena banyak bantuan yang lambat sampai,” ujar seorang warga setempat.

Insiden ini memicu diskusi di kalangan masyarakat Aceh dan media sosial, dengan beragam komentar mengenai hak berekspresi versus ketertiban saat situasi darurat. Sebagian pihak mendukung kebebasan menyuarakan pendapat, sementara yang lain menekankan pentingnya menjaga fokus bantuan dan keselamatan korban.

BNPB melalui juru bicaranya menegaskan bahwa semua pihak yang hadir di lokasi bencana diminta untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi petugas. “Prioritas utama kami adalah keselamatan korban dan distribusi logistik. Setiap gangguan di lokasi dapat menunda proses penyelamatan,” kata juru bicara BNPB.

Hingga sore hari, situasi di lokasi bencana kembali kondusif. Aparat TNI dan relawan terus melakukan evakuasi, mendirikan posko bantuan, dan menyalurkan logistik ke warga terdampak. Pihak keamanan menekankan bahwa seluruh warga diimbau untuk menahan diri dari aktivitas politik yang dapat mengganggu operasi kemanusiaan. bolaqiuqiu

Meski insiden tersebut sempat memanas, koordinasi antara aparat keamanan dan warga berhasil mengembalikan fokus pada penanganan bencana. Para korban yang sebelumnya terisolasi akibat gempa perlahan mulai dievakuasi, sementara bantuan pangan dan obat-obatan terus mengalir ke wilayah terdampak.

Related Posts

IHSG Kian Perkasa, Tembus Menuju Level 9.000 Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencuri perhatian pelaku pasar modal Indonesia setelah pada perdagangan Rabu pagi, 14 Januari 2026, menembus level psikologis 9.000 poin. Kenaikan IHSG yang cukup signifikan…

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat Indonesia

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan 166 Sekolah Rakyat Indonesia dalam sebuah acara nasional yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam upaya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *